Sudah pernah mendengar tentang Bitcoin? Atau setidaknya melihat iklannya terpampang di sosial media Anda?
Barangkali Anda sudah pernah mendengar atau sekilas mengetahui tentang Bitcoin, tetapi belum mengerti betul apa itu sebenarnya Bitcoin. Nah, Artikel ini akan mencoba memberikan sedikit pemahaman tentang apa itu Bitcoin untuk Anda.
Sebelumnya, saya akan mengingatkan bahwa tulisan ini untuk newbie, untuk orang-orang yang baru ingin tahu tentang bitcoin. Saya akan semampunya menjelaskan sesuai dengan apa yang saya ketahui sebagai praktisi trader dan investor bitcoin.
Setahu saya, Bitcoin adalah sebuah konsep mata uang digital. Prinsip dari bitcoin ini peer-to-peer. Peer-to-peer sendiri adalah salah satu dari model jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer. Sederhananya, dengan jaringan peer-to-peer, Bitcoin akan mampu berjalan meski tanpa server pusat karena server penyimpanannya bersifat Desentralisasi dan Terdistribusi (dibagi ke setiap server yang dijalankan para pengguna bitcoin). Konsep Bitcoin ini dikembangkan oleh seorang atau sekelompok orang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Siapa dia? nggak ada yang tahu boss... Anonim...
Sampai di sini sudah mumet? Yasudah, kita tinggalin aja soal sistemnya, yang penting mah kita paham apa itu Bitcoin. Nanti kalau ada kesempatan lagi akan kita bahas lebih dalam soal itu. Saat ini kita balik ke pertanyaan dasar apa itu Bitcoin? Uang digital. Ya, Bitcoin gampangnya adalah uang dalam bentuk digital. Paling mudah, kita bisa mengibaratkan Bitcoin ini dengan Emas. Hanya saja jika Bitcoin berbentuk digital, sedangkan Emas ada wujud fisiknya.
Kenapa Bitcoin bisa dianalogikan seperti Emas? Karena Bitcoin dan Emas sama-sama bisa berlaku dan/atau diperjual-belikan dimana saja di seluruh dunia. Selain itu, Emas juga jumlahnya terbatas, hal ini sama dengan Bitcoin yang hanya akan berjumlah 21 juta Bitcoin tersebar di seluruh dunia. Nah, karena sama-sama berjumlah terbatas, hukum harganya juga mirip, yaitu hukum supply and demand, permintaan dan ketersediaan. Gampangnya begini, semakin banyak yang membeli, jumlah ketersediaan akan semakin menipis, maka harga akan semakin naik. Ini juga yang menjadi alasan kenapa harga Bitcoin selalu naik pada setiap tahunnya.
Nah, sudah ada gambaran?
Sedikit tambahan, saat ini memang sedikit banyak orang sudah tahu tentang bitcoin. Akan tetapi, bisa dibilang belum terlalu banyak yang mengambil keputusan memiliki bitcoin (khususnya di Indonesia dalam perbandingan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan dengan jumlah orang yang sudah memiliki bitcoin). Oleh sebab itu, kesempatan kita untuk lebih dulu memiliki Bitcoin sebelum jumlahnya semakin menipis dan harganya semakin mahal masih terbuka lebar. Ada baiknya, kita mulai mengambil keputusan sekarang.
_________
M Adlan AA
_______________
Ingin jual beli bitcoin? Belum punya akunnya? daftar di sini
Sharing-sharing sambil ngopi? Curhat? surel: dramatraderbitcoin@gmail.com

Comments
Post a Comment